Di era saat ini, bagi anak anda menonton TV atau menggunakan gadget hingga berjam-jam sudah bukan lagi hal yang aneh untuk dilakukan. Beberapa orang tua bahkan tak ragu untuk memberikan anak kecilnya main game atau menonton video di perangkat elektroniknya sebagai “senjata” agar mereka tetap tenang.

Namun ternyata, baru anda sadari bahwa TV, iPad, dan ponsel mengubah anak anda menjadi anak yang tidak terhubung dengan dunia nyata! Tentu ini menjadi kekhawatiran terbesar anda jika anda belum atau sedang mengalami hal ini.

Melalui pandangan seorang guru, ada beberapa hal yang dapat membantu anda sebagai orang tua untuk mengontrol waktu layar anak.

Jadilah Contoh Bagi Anak saat menggunakan TV dan Gadget

Orang tua harus menjadi panutan penggunaan layar untuk anak-anak mereka. Sebelum anda menonton serial TV favorit anda secara berlebihan atau saat membuka social media, ingat bahwa anda memberi contoh bagi anak dengan waktu yang anda sendiri habiskan di depan layar.

Oleh sebab itu, penting bagi anda juga untuk memperlihatkan anak bahwa anda sendiri juga melakukan pembatasan terhadap penggunaan gadget atau menonton TV secara berlebihan.

Mendidik Diri tentang Penggunaan Teknologi

Anak-anak saat ini mahir dan mudah menggunakan teknologi. Kebanyakan dari mereka tahu lebih banyak tentang elektronik daripada orang dewasa. Orang tua harus selalu mengikuti perkembangan aplikasi, game, dan media sosial, serta tren terbaru.

Anda harus mengetahui semua perkembangan teknologi agar dapat mengajari anak anda mengenai risiko dari penggunaannya itu. Contohnya, anda harus mempelajari terlebih dahulu tentang media social sebelum anda mengatakan kepada anak anda secara langsung apa bahayanya. Sehingga, anda sudah mempelajari dan mengalaminya terlebih dahulu.

Anda tidak akan dapat mencegah anak menggunakan jenis media tertentu (seperti video game kekerasan) jika anda tidak memahami bagaimana bentuk media ini dinilai.

Menetapkan Jadwal

Anda dapat mengatur durasi dan waktu harian tertentu anak diizinkan bermain gadget seperti HP, laptop, atau TV sebagai hiburan. Hal ini akan sangat cocok dan berdampak besar pada anak yang lebih muda. Mereka dapat belajar tentang rutinitas dari jadwal penggunaan gadget.

Namun sistem di atas akan semakin rumit seiring bertambahnya usia anak karena kegiatan di luar rumah dan PR sekolah mereka yang mempersulit pengaturan waktu yang dijadwalkan. Dalam kasus ini, mungkin anda bisa mencoba menggunakan sistem token, di mana anda memberikan, misalnya, empat token dimana setiap token memiliki durasi 30 menit untuk penggunaannya.

Jadi akan lebih bijak untuk menggunakan token yang mereka miliki untuk penggunaan keperluan penting mereka. Jika mereka punya token tersisa, bisa mereka gunakan untuk hiburan. Untuk jumlah token dan durasi waktunya, anda sebagai orang tua yang dapat menentukan hal ini dan juga lakukan diskusi bersama anak anda. Terlebih jika anak anda sudah beranjak dewasa, berkisar umur di atas 10 tahun.

Kunci sukses melakukan kedua hal diatas adalah konsistensi. Anak terutama seiring bertambahnya usia, pasti akan mencari celah. Ketika anda membuat celah untuk mereka mencari letak kesalahan penerapan sistem ini dengan ketidakonsistennya anda, anda membuat sistem ini menjadi lemah setiap harinya.

Membuat Zona “Tanpa-Teknologi” di Rumah

Tetapkan zona di rumah Anda yang melarang penggunaan segala jenis perangkat elektronik. Anda bisa menerapkan hal ini misalnya di ruang makan atau ruang keluarga di rumah anda. Gunakan ruang tanpa teknologi ini untuk makan dan melakukan kegiatan bersama keluarga.

Dengan begitu, anak juga menghargai waktu luang bersama keluarga dan belajar menggunakan perangkat berbau teknologi dengan Batasan yang telah ditentukan dan disepakati bersama.

Siapkan Pilihan Non-Teknologi yang Menarik

Banyak eksplorasi diri anda dengan banyaknya media atau alat yang dapat anda gunakan untuk mengurangi waktu bermain anak anda dengan gadget. Contohnya, mempersiapkan permainan tradisional yang menarik, seperti lompat tali. Ajarkan anak anda cara bermain dan ikut terlibat dalam permainan mereka.

Untuk anak yang lebih besar, anda bisa memberikan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti kegiatan menggambar/melukis, belajar alat musik, berolahraga, membaca buku, atau kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan keterampilan anak anda namun tetap membuat mereka menikmati waktu tanpa gadget.

Daripada anda berusaha sebesar mungkin mencoba menghilangkan teknologi saat ini dari kehidupan anak, anda bisa memnuculkan alternatif baru, konkrit, dan menarik, sehingga anak anda pada akhirnya bisa lepas dari pengaruh teknologi yang berlebihan.

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Sering kehilangan kontrol saat mengasuh anak di rumah? Artikel ini memberikan beberapa hal yang dapat dilakukan dengan mudah bagi semua orang tua untuk melatih diri agar tetap tenang saat mengasuh anak.
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300