Being a good parent requires knowing when to push and when to back off, when to help and when to let them make mistakes and then being strong enough to watch them go. – Unknown

Menjadi orang tua memang membahagiakan. Kita melihat dan memantau seseorang versi kecil dalam kehidupan kita. Namun, perjalanan sebagai orang tua tidak selalu indah. Selalu ada tantangan baru dalam kehidupan sebagai orang tua. Apalagi jika sang anak sudah pada usia pra sekolah.

Pada usia ini, aktivitas otak sang anak akan meningkat signifikan dibandingkan dengan usia sebelumnya. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan semakin aktif dalam bertanya dan melakukan sesuatu. Inilah yang membuat anak menjadi jahil.

Ketika anak anda berada pada fase ini, anda tidak perlu khawatir secara berlebihan. Tingkah laku anak yang anda lihat sebagai kejahilan merupakan tanda bahwa dia aktif dalam memproses informasi baru.

Sebagai orang tua, anda dapat memberikan perhatian dan penanganan yang tepat sehingga kejahilan sang anak di masa kecilnya menjadi hal yang baik di masa depan. Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk hal ini.

Mencari Tahu Penyebab Anak Menjadi Iseng

Anda perlu mencari tahu alasan mengapa anak anda bisa menjadi iseng dan jahil pada teman-teman dan lingkungannya selain faktor diatas. Jika perlakuan jahil sang anak terjadi karena rasa ingin tahu, maka tanggapilah dengan positif selama perilaku yang ditunjukan anak masih dalam tahap yang wajar.

Jika anak menjadi jahil karena ingin mencari perhatian, maka berikan perhatian yang ia inginkan. Berikan waktu anak anda dan tanggapi apa keluhannya. Biasanya anak yang suka mencari perhatian merupakan anak yang mendapatkan perhatian yang kurang dari orang tua.

Jika anak melakukan kejahilan untuk menyalurkan agresifitasnya, anda perlu memberikan anak anda wadah untuk menyalurkan agresifitasnya ke hal yang lebih positif, seperti mengajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan, contohnya berolahraga.

Berdiskusi bahwa Kejahilan Bukan Perilaku Yang Dapat Diterima Banyak Orang

Setelah itu, anda juga bisa mengajak sang anak berdiskusi dan memberikan pemahaman bahwa perilaku jahil bukanlah perilaku yang dapat diterima banyak orang. Ketika anda mendapati bahwa anak anda suka jahil, anda perlu menyampaikan ini dengan bahasa yang mudah mereka pahami bahwa perilaku jahil bukanlah perbuatan yang baik.

Anda juga dapat menyampaikan konsekuensi atau akibat yang dapat terjadi akibat kejahilan seperti dijauhi teman dan bahkan dan tidak disenangi orang sekitar.

Memberikan Sanksi Yang Tegas

Ketika anda telah memberikan pengertian pada anak-anak dan memberikan mereka nasihat, namun anak-anak masih bertindak jahil terhadap teman-temannya, dan bahkan semakin parah, anda perlu memberikan sanksi yang tegas. Anda harus memberikan sanksi yang membuat anak merasa bersalah dan tidak ingin mengulangi kesalahan tersebut.

Contohnya, anda bisa menyita barang/hal kesenangan anak sementara waktu. Anda bisa mengembalikannya saat mereka menyesali dan tidak mengulangi perbuatan tersebut dalam kurun waktu yang sudah anda tentukan. Hal seperti ini akan membuat sang anak tahu bahwa perbuatannya tidak keuntungan bagi dirinya.

Ketika melakukan konsekuensi ini, pastikan anda sebagai orang tua memberitahukan alasan anda melakukan hal ini kepada anak anda. Hal ini sering dilaksanakan oleh guru dalam ketika menerapkan punishment di sekolah. Guru menyampaikan alasan penerapan konsekuensi bagi seorang murid.

Ini membuat murid tersebut tahu apa kesalahan mereka dan mengapa mereka perlu mendapatkan konsekuensi itu. Sehingga dari konsekuensi inilah, mereka dapat belajar untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan hal yang kurang baik ini.

Menghindari Hukuman Bentuk Fisik

Apapun yang anak anda lakukan, hukuman berbentuk fisik merupakan hal yang perlu anda jauhi dalam mendisiplinkan anda. Mungkin anda tergoda melakukan hal ini karena melihat anak teman anda menjadi penurut ketika dicubit oleh orang tuanya. Namun, belum tentu hal ini akan berhasil dengan anak anda.

Bahkan, hukuman fisik terkadang membuat anak menjadi lebih keras dan membangkang pada nasihat anda. Mereka secara tidak sadar membentuk mental yang ingin melawan setiap kali anda memberikan hukuman fisik.

Selain itu, kekerasan bukan solusi terbaik dalam mendidik mereka. Justru ini yang meruntuhkan kepercayaan anak pada anda dan bahkan ini dapat membuat mereka mempertanyakan kasih sayang anda sebagai orang tua.

Untuk itulah, hal yang paling penting dalam penanganan anak adalah emmberikan konsekuensi dalam bentuk non-fisik dengan mempertimbangkan karakter anak anda.

Mengetahui hal apa saja yang mampu mendisiplinkan dan mendidik mereka seperti hal-hal diatas akan membantu anda dalam mengatasi perlakuan anak yang jahil. Semoga berhasil, dear parents!

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Pernakah anda membantu anak mengerjakan PR? Bacalah artikel ini untuk mengetahui dampak mengerjakan PR anak dan anda bisa melihat batasan bantuan seperti apa yang bisa anda berikan di kemudian hari bagi kebaikan anak anda.
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300