“The child has a mind able to absorb knowledge. He has the power to teach himself”. – Maria Montessori

Mudah untuk melihat bahwa setiap orang termasuk anak-anak memiliki perbedaan dalam cara kerja otak kita. Sebagai orang tua, mungkin anda juga sering melihat perbedaan ini di antara anak-anak anda setiap hari. Mungkin anda melihat ada anak yang dengan mudah mengingat sesuatu, namun ada juga yang mengalami kesulitan untuk mengingat.

Kemampuan seseorang untuk merencanakan, mengatur waktu, dan mengingat merupakan cara kerja otal. Cara kerja otak dapat memengaruhi kemampuan anak anda untuk berprestasi di segala aspek kehidupan seperti kognitif, social, emosional, dan lain-lain.

Hal menarik yang anda perlu ketahui adalah sains telah menunjukkan bahwa kita dapat mengubah dan meningkatkan cara kerja otak seseorang. Tentunya ini merupakan kabar baik bagi anda sebagai orang tua.

Anda dapat membantu anak anda mengembangkan keterampilan ini melalui beberapa aktivitas. Berikut beberapa aktivitas yang dapat anda lakukan untuk mendorong cara kerja otak anak anda menjadi lebih optimal.

Kunci dari kesuksesan strategi dapat berhasil adalah melakukan pengulangan. Di otak, setiap kali suatu perilaku diulangi, hal itu memperkuat kemampuan untuk melakukan perilaku tersebut dengan lebih berhasil di lain waktu.

Otak kanan dan kiri anak

Untuk memahami sisi otak mana yang dominan pada anak, sebagai orang tua anda dapat mengamati bagaimana anak merespon berbagai situasi. Anak yang cenderung suka bekerja secara individual dan merasa tertarik dengan menganalisa fakta berarti dominan di otak kiri. Anak yang dominan di otak kanan menikmati seni dan aktivitas menulis dibanding melakukan penelitian.

  1. Penggunaan Flashcards. Flashcards membantu anak mengenali benda dengan indera penglihatannya, yaitu mata. Anak bisa mengidentifikasi item spesifik pada kartu secara verbal. Dengan begini, otak kanan berkembang lebih baik.
  2. Memory games. Untuk melatih kemampuan mengingat anak, anda bisa menerapkan strategi permainan yang melatih ingatan. Misalnya, dengan menggunakan flashcards, anak belajar untuk membuka kartu dan mengingat penempatannya untuk membentuk pasangan item yang sama. Untuk mendapat pasangan kartu sebanyak mungkin di waktu yang paling singkat, anak harus mengingat kartu mana yang dibuka dengan otak kanan.
  3. Puzzle. Melalui permainan ini, anak belajar memecahkan masalah dengan memvisualisasikan penempatan benda dan meletakan serta menghubungkan satu potongan dengan yang lain dengan benar. Permainan ini merupakan cara yang baik untuk mengembangkan potensi anak dalam koordinasi, pemecahan masalah, keterampilan kognitif, dan keterampilan motorik halus.
  4. Permainan Bertumpuk – Seberapa tinggi Anda bisa menumpuk?. Permainan ini berfungsi untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dan koordinasi. Ini akan mengajarkan anak untuk melatih pemikirannya. Biasanya permainan jenis ini cocok untuk anak dengan usia 2-5 tahun.
  5. Menjadwalkan Waktu Bicara Harian. Saat ini, masalah yang sering muncul pada anak yang hidup di zaman teknologi ini adalah kecenderungan untuk memiliki kelemahan dalam berkomunikasi dengan orang sekitarnya. Ini terjadi karena mereka lebih sering hanya melihat daripada terlibat langsung. Oleh sebab itu, aktivitas seperti Waktu Bicara Harian dengan anak anda akan membantu mereka belajar mengkomunikasikan apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Mereka bisa menceritakan tentang hal baik atau atau tantangan yang terjadi pada mereka setiap harinya selama waktu bicara harian. Aktivitas ini pun akan membantu mereka mempelajari keterampilan pemecahan masalah. Anda bisa melakukan kegiatan ini pada saat seluruh keluarga anda bisa berkumpul bersama setiap harinya.

  1. Permainan Sandiwara. Permainan bersandiwara ini akan membantu dalam perkembangan sosial dan kognitif anak. Biasanya permainan ini akan efektif pada anak dengan usia 2-6 tahun. Ketika anak berpura-pura memainkan peran, mereka sedang meningkatkan perkembangan otak mereka untuk hal yang akan mereka tunjukkan dan sampaikan.

Permainan ini akan meningkatkan cara kerja otak anak dengan membantu mengembangkan keterampilan bahasa, sosial dan emosional, memelihara imajinasi, serta meningkatkan pemahaman tentang dunia sekitar mereka.

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300