Era teknologi saat ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap cara orang tua mengawasi anaknya. Umumnya, hampir semua anak muda memiliki gadget masing-masing. Gadget ini digunakan untuk beragam fungsi, seperti komunikasi, pencarian komunikasi, dan hiburan.

Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi saat ini, orang tua menjadi lebih khawatir aktivitas yang dilakukan oleh anak dengan gadget mereka. Tentu saja kita sebagai orang tua tidak ingin memutuskan hal ekstrem seperti tidak memperbolehkan penggunaan gadget hanya untuk memastikan bahwa anda benar-benar dapat mengawasi mereka dengan baik tanpa gadget.

Ada 4 cara yang dapat anda lakukan sebagai orang tua untuk dapat memantau anak anda. Anda dapat melakukan ini tanpa membuat batasan ekstrim yang mungkin dapat membuat hubungan anda dengan anak menjadi kurang baik.

Memposisikan Diri Sebagai Teman

“Parents are trying to be friends with their kids rather than draw the line and tell them what proper public behavior would be.” – Gallagher

Salah satu studi yang diambil terhadap remaja Swedia membuktikan bahwa kunci dari hubungan anak dan orang tua yang harmonis bukanlah tentang pengawasan orang tua yang kaku/tegas. Kuncinya adalah Ketika anak menaruh kepercayaan kepada orang tua untuk menceritakan apa pun yang terjadi pada dirinya.

Sebagai orang tua, tentu saja kita perlu bertindak dalam hal pengawasan anak. Mari kita memposisikan diri sebagai teman dari sang anak. Seorang teman yang juga merupakan figure yang berotoritas terhadap kehidupan anak. Di satu sisi kita akan mendengarkan setiap keluh kesah anak, dan membiarkan dia mengeksplorasi dunia. Di sisi lain, kita juga tetap akan membawa peran kita sebagai orang tua untuk memberikan bimbingan mana yang baik untuk dilakukan melalui pendekatan teman.

Ketika teman memberikan saran, itu tidak terkesan memaksa, juga meninggalkan jejak yang membantu. Pastikan anak anda merasakan hal itu, agar mereka dapat dengan nyaman menceritakan segala keluh-kesahnya terhadap aktivitas sosial dan pergaulannya terhadap kita. Melalui hal ini, kita semakin mudah mengawasi sekaligus memantau perkembangan anak kita di luar jangkauan kita.

Membuat Family Time

Hal lain yang dapat anda lakukan untuk membangun kepercayaan anak adalah dengan memanfaatkan family time yang konsisten. Contohnya, keluarga anda membiasakan diri untuk memiliki waktu untuk makan malam bersama di hari senin sampai jumat. Pada sabtu atau minggu, anda boleh menyiapkan 3 jam untuk dihabiskan bersama keluarga untuk melakukan kegiatan seperti bermain bersama, makan diluar bersama, atau rekreasi ke temat-tempat tertentu bersama keluarga.

Kegiatan-kegiatan seperti ini akan membantu anak membangun kepercayaan mereka terhadap orang tuanya. Anak akan merasa mendapatkan perhatian yang intens dan cukup  dari keluarganya. Ini akan membawa dampak yang positif sehingga anak tersebut merasa sudah mendapatkan kasih saying dari keluarganya sehingga dia anak menjadi tidak berpikir untuk melakukan hal-hal yang berdampak negatif untuk mendapatkan perhatian.

Memberikan Batasan Penggunaan Smartphone

Penggunaan smartphone saat ini membawa banyak dampak positif maupun negatif. Anda sebagai orang tua tentu tidak ingin membiarkan anak anda terjerat ke dalam dampak negatif yang dibawa oleh smartphone. Oleh sebab itu, anda harus berupaya untuk mencegah hal ini terjadi, salah satunya dengan membatasi penggunaan smartphone.

Membatasi penggunaan berbeda dengan tidak memberikan. Ambil waktu sejenak bersama anak anda dan komunikasikan tentang pembatasan ini. Gunakan bahasa yang tidak membuat anak merasa dikekang untuk untuk menggunakan smartphone. Secara terbuka anda lakukan diskusi tentang dampak baik buruk dari penggunaan smartphone.

Setelah diskusi, anda bisa mengatakan keinginan anda untuk membatasi penggunaan di saat-saat tertentu. Anda bisa menentukan waktu pembatasan bersama anak sehingga anak juga terlibat dalam keputusan ini dan tetap merasakan adanya kepercayaan dari orang tua.

Mengenal Teman-Temannya

Mengenal lingkungan social anak, yaitu teman-temannya juga merupakan yang dapat anda lakukan untuk mengawasi anak anda. Cukup mengenal teman-temannya, bukan ambil alih dalam pemilihan temannya. Anda dapat melakukan hal ini dengan menanyakan tentang teman-temannya saat anda memiliki waku mengobrol dengan anak anda.

Mungkin anda juga bisa memberikan ide kepada anak anda untuk mengajak temannya datang ke rumah. Disini anda bisa sedikit mengenal mereka melalui percakapan yang anak dan teman anak anda lakukan. Bukan mengambil alih pembicaraan mereka, tetapi sekedar mengawasi dari jauh. Ketika ada waktu tepat, anda boleh ikut dalam percakapan mereka.

Berikan kepercayaan kepada anak anda dalam pemilihan temannya. Tetap berikan nasihat, tetapi bukan nasihat yang menuduh, namun nasihat yang membimbing anak. Kalau pun mereka memiliki teman yang salah, mereka pasti akan mengingat nasihat anda sebagai orang tua dan belajar dari hal itu. Disitulah anda sebagai orang tua berperan lebih dari sebelumnya, ketika anak anda datang dan menceritakan kehidupan sosialnya juga.

Selamat mencoba, dear parents!

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300