Kepala keluarga sering dilema dalam memilih prioritas antara keluarga atau pekerjaan. Idealnya, kebanyakan akan menjawab keluarga merupakan prioritas utama. Tentu saja keluarga adalah hal yang terpenting, karena tujuan kita bekerja adalah untuk menghidupi keluarga. Namun apakah kenyataannya sesuai dengan ideal yang kita sebutkan?

Ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita merasa semua hal yang kita lakukan sebagai kepala keluarga adalah untuk keluarga. Nyatanya, hal yang kita lakukan untuk keluarga hanyalah beberapa persen dari waktu yang kita habiskan sehari-hari dibandingkan saat waktu bekerja.

Memilih prioritas antara pekerjaan dan keluarga memang bukanlah hal yang mudah. Terlebih disaat mendapat banyak pekerjaan, sementara itu disisi lain tidak ada rekan kerja yang dapat menggantikan pekerjaan itu. Oleh karena itu, sebagai kepala keluarga, anda harus memiliki strategi yang tepat sehingga anda tidak perlu memilih diantara kedua hal ini.

Diskusi dan Membuat Perubahan

Setiap keluarga berbeda, sehingga kita tidak dapat menyamakan strategi yang sama bagi semua kepala keluarga dalam menyeimbangkan antara keluarga dan pekerjaan. Hal pertama yang dapat anda lakukan adalah membuka diskusi bersama pasangan.

Tipe orang tua seperti apa yang anda berdua ingin lakukan. Ini akan membantu keluarga anda menemukan keseimbangan yang baik karena bekerjasama.

Anda dan pasangan dapat dapat membuat perubahan di rumah ketika anda mendapatkan ketidakseimbangan dalam keluarga karena pekerjaan. Membuat perubahan berarti mengambil peran dan tanggung jawab baru atau berbeda.

Contoh peran yang baru adalah jika anda ingin terlibat dekat dengan anak-anak, anda mungkin akan belajar untuk meluangkan waktu setelah jam kerja selesai. Anda dan pasangan dapat berdiskusi untuk hal ini.

Anda bisa melakukan perubahan ini dengan diskusi yang terarah. Contoh pertanyaan diskusi yang dapat anda dan pasangan perbincankan adalah:

  1. Apa yang perlu dilakukan? Buatlah daftar kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan anak, belanja, mencuci pakaian, memasak, dll. Ini akan memberi keluarga anda titik awal untuk merencanakan siapa yang bisa melakukan apa.
  2. Seberapa besar keinginan atau kebutuhan anda masing-masing untuk bekerja di luar rumah? Cobalah bersikap objektif dalam melihat “siapa yang berpenghasilan lebih?” dan lebih subjektif kepada “apakah salah satu dari Anda sangat ingin tinggal di rumah dengan anak?”.
  3. Bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda saat ini? Lihat dan diskusikan bagaimana anda menghabiskan waktu saat ini dalam keluarga dan pekerjaan. Ketika anda telah mempunyai gambaran yang akurat, anda bisa mulai mengubah kebiasaan dan rutinitas anda Bersama pasangan.
  4. Berapa banyak uang yang kamu butuhkan? Menyusun anggaran keluarga akan membantu memutuskan. Keputusan yang dibuat dapat seperti salah satu dari pasangan, yakni anda sudah cukup untuk membiayai keluarga. Keputusan lainnya bisa seperti keduanya tetap bekerja namun mampu mengurangi jam kerja untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.
  5. Pekerjaan siapa yang lebih fleksibel? Anda mungkin menemukan bahwa satu pekerjaan akan lebih fleksibel jika anda berdua bekerja dan bisa menghabiskan waktu di rumah lebih lama.

Sekarang anda akan mulai mengatur cara mengatur pekerjaan anda sehingga dapat terselesaikan dengan baik dengan efektif tanpa mengurangi waktu kerja. Anda harus melihat bahwa semua pekerjaan dapat terselesaikan dalam kurun waktu tertentu.

Jika anda sedang mengerjakan sebuah proyek, bagilah proyek tersebut menjadi kelompok-kelompok kecil. Kerjakan proyek yang sudah anda bagikan ke kelompok-kelompok kecil.

Jika pekerjaan anda menuntun banyak mengerjakan administrasi dokumen, atur skala prioritasnya. Kerjakan yang menjadi tugas administrasi harian sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Selanjutnya, jika sudah mengatur skala prioritas mana yang paling penting, selesaikan dokumen tersebut dimulai dari yang paling penting.

Ketika anda sudah selesai dengan tugas dan skala prioritas anda, mengerjakan tugas tambahan dari atasan atau pihak lain yang membutuhkan bantuan bisa anda lakukan. Pada tahap ini, anda harus sedikit tegas pada “pihak-pihak” lain yang ingin ikut memanfaatkan tenaga anda.

Oleh karena itu, anda harus membuat penegassan kepada rekan kerja bahwa anda akan melakukan tugas utama lebih dulu sebelum melakukan pekerjaan tambahan yang diberikan. Selain itu, pastikan rekan kerja anda tahu bahwa anda mementingkan keluarga anda sehingga mereka akan segan untuk mengambil jam anda setelah jam kerja berakhir.

Keluarga tidak akan menjadi korban ketika pribadi anda mampu mengatur prioritas pekerjaan dengan efektif. Keluarga dan pekerjaan memang dua hal yang harus ditentukan prioritasnya. Dalam dunia kerja, profesionalisme merupakan kewajiban. Tapi, urusan keluarga juga sangat penting dalam kehidupan berkeluaga pastinya.

Inilah mengapa sejak awal anda harus mengenali beban pekerjaan tanpa anda dan mengaturnya dengan skala prioritas.

Waktu Peralihan dari Pekerjaan ke Keluarga

Biasanya anda memiliki banyak pemikiran walaupun jam kerja sudah berakhir. Ini yang menyebabkan anda tetap bekerja dalam pemikiran meskipun fisik anda sudah di rumah. Hal seperti ini dapat merusak waktu yang dapat anda habiskan bersama keluarga.

Oleh sebab itu, anda bisa mengatur hal-hal yang dapat anda lakukan untuk mengabiskan waktu bersama keluarga. Anda bisa melakukan hal ini dalam perjalanan anda pulang ke rumah sehingga tidak mengambil waktu anda saat bekerja. Waktu beralih ini dapat membantu anda bergerak lebih lancar dari pekerjaan ke kehidupan rumah.

Sebaiknya, anda dan pasangan juga perlu membuat perencanaan rutin untuk quality time bersama keluarga saat weekend, dan quality time berdua dengan pasangan. Ini akan membuat keluaga anda menciptakan lingkungan yang harmonis.

Manfaat adanya Keseimbangan dalam Keluarga dan Pekerjaan

Ketika anda melakukannya dengan tepat untuk keluarga, keseimbangan pekerjaan dan keluarga memiliki banyak manfaat. Keluarga yang memiliki ayah yang terlibat dan tertarik dengan kehidupan mereka cenderung akan memberikan kenyamanan dan kepercayaan diri bagi anggota keluarga dan menciptakan kebahagiaan.

Jika anda memiliki kehidupan keluarga yang memuaskan, anda juga akan menjalani pekerjaan di tempat kerja anda dengan bahagia. Komitmen yang kuat untuk pekerjaan dan keluarga dapat memberi anda kepuasan dalam kedua bidang ini.

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Pernakah anda membantu anak mengerjakan PR? Bacalah artikel ini untuk mengetahui dampak mengerjakan PR anak dan anda bisa melihat batasan bantuan seperti apa yang bisa anda berikan di kemudian hari bagi kebaikan anak anda.
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300