“Boundaries define us. They define what is me and what is not me. A boundary shows me where I end and someone else begins, leading me to a sense of ownership. Knowing what I am to own and take responsibility for gives me freedom.” – Henry Cloud

Mengarahkan anak untuk menetapkan batasan pada diri mereka sendiri adalah salah satu peran terpenting yang perlu anda ajarkan sebagai orang tua. Anda tidak hanya mengajari anak cara berpikir mandiri, tetapi juga mengajari mereka cara memperlakukan diri sendiri serta orang lain.

Menetapkan batasan pada diri sendiri ini penting agar anak tidak salah dalam mengambil tindakan di masa dewasa. Faktanya, banyak anak muda saat ini yang terjerumus ke dalam pergaulan yang kurang baik. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya didikan pada anak muda saat ini terhadap batasan yang peru diterapkan sejak mereka kecil.

Tampaknya agak terlambat untuk mencoba mengajari anak muda yang berusia remaja untuk menghormati batasan. Oleh sebab itu, sejak usia dini anak, mereka harus tahu dan menghormati batasan yang perlu diterapkan bagi diri sendiri dan lingkungannya. Berikut ini merupakan 7 cara yang dapat anda lakukan sebagai orang tua untuk mengajarkan batasan kepada anak.

Menjadi Contoh yang Baik

Mengajari anak tentang batasan yang sehat akan menjadi lebih mudah ketika orang tua terlebih dahulu memberikan contoh dalam kesehariaannya. Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut. Apakah anda menerapkan batasan anda secara konsisten? Apakah batasan yang anda tetapkan sehat, kaku, atau berantakan? Ketika anda harus menerapkan batasan anda dengan anak, apakah anda berdiskusi dengan mereka tentang mengapa anda melakukannya?

Periksalah diri andatentang keadaan batasan pribadi anda sebelum mengajarkan anak mengenai batasan. Jagalah agar batasan yang anda terapkan tetap sehat, sehingga anak anda memiliki teladan yang kuat untuk diikuti saat mereka tumbuh dewasa.

Mulai Menetapkan Batasan yang Berlaku bagi Semua Orang

Untuk membantu anak-anak memahami dan menetapkan batasan bagi dirinya, mulailah dengan menetapkan beberapa batasan dasar yang berlaku untuk semua orang. Prinsip inti yang berlaku bagi semua orang adalah batasan yang perlu diajarkan sebagai permulaan untuk memulai.

Selain itu, memperkenalkan anak tentang batasan yang mencakup keamanan atau rasa hormat bagi semua orang juga penting. Contohnya, berbicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua. Atau, bersikap ramah kepada semua orang. Contoh lainnya adalah tidak mudah percaya kepada ajakan orang tak dikenal.

Ketika anak melihat dan menghormati batasan orang lain, mereka lebih mampu untuk menetapkan batasan yang jelas untuk diri mereka sendiri.

Mengajarkan adanya Batasan Fisik

Batasan ini mungkin termasuk dalam kategori “keamanan” dan “rasa hormat”. Dalam hal kontak fisik, setiap orang memiliki zona dan level kenyamanannya sendiri. Terlepas dari usia, setiap orang berhak melindungi tubuh masing-masing termasuk bagi anak.

Anda perlu mengajarkan anak betapa pentingnya menjaga batasan fisik bagi diri sendiri dan terhadap orang lain. Ajarkan bahwa kita tidak boleh semena-mena terhadap aktivitas fisik orang lain, terlebih bagi diri kita. Kita perlu ajarkan bahwa tubuh adalah hak diri sendiri.

Misalnya, jika anak anda berusia 3 tahun tidak ingin dipeluk teman anda, dia berhak untuk mengatakan tidak dan berharap keinginan itu dihormati. Memaksakan atau membuat anak mengabaikan perasaannya sendiri dapat menimbulkan kebingungan dan keraguan diri. Ini akan menyebabkan kurangnya penghargaan terhadap dirinya sendiri di kemudian hari.

Saat ini sudah banyak terjadi kasus pelecehan dan penganiayaan anak. Oleh sebab itu, belajarlah menghargai perasaan anak anda, mereka mungkin merasa tidak nyaman dalam pelukan atau disentuh oleh orang dewasa tertentu karena tidak nyaman. Jika mereka dipaksa melakukan kontak fisik dengan seseorang yang tidak mereka sukai, mereka mungkin merasa tidak punya pilihan dan mungkin tidak mau melaporkan.

Membangun Batasan Emosional

Membangun batasan ini akan membantu anak belajar untuk menerima tanggung jawab atas tindakan dan perasaan mereka sendiri. Batasan emosional yang anda ajarkan kepada anak juga melindungi mereka agar tidak terlalu mementingkan perasaan dan situasi yang tidak dapat anak anda kendalikan.

Meskipun penting untuk dapat memisahkan diri perasaan orang lain, penting juga untuk memiliki rasa empati, perhatian, bijaksana, dan hormat sesuai dengan situasi yang sesuai.  Saat seseorang melewati salah satu batasan emosional anda, tidak apa-apa untuk memberi tahu mereka apa yang terjadi.

Contohnya, ketika anak anda merasa diganggu oleh temannya secara terus-menerus saat sedang belajar di sekolah, anda perlu mengajarkan bahwa perlu untuk anak anda mengungkapkan perasaannya kepada temannya. Misalnya, anak berkata, “Apa yang Anda katakan menyakiti perasaan saya. Saya mencoba untuk tidak menyakiti perasaanmu dan saya berharap kamu juga memperhatikan perasaan saya.

Ajarkan ruang bagi anak anda untuk mengungkapkan ketidaksenangannya. Beberapa orang tua percaya bahwa ketika anak-anak menyuarakan pendapat mereka, mereka tidak sopan tetapi itu tidak selalu terjadi. Izinkan mereka mengekspresikan diri dan perkuat batasan mereka dengan penyampaian yang baik. Setelah mengungkapkan hal itu, anak anda tidak bertanggung jawab terhadap emosi yang dirasakan temannya.

Ajarkan Anak untuk Bersuara dan Memiliki Pilihan

Luangkan waktu untuk berdiskusi bersama anak-anak. Berikan anak-anak kesempatan untuk mengungkapkan kesuksesan, kegagalan, pertanyaan, dan kekhawatiran mereka. Anak yang cenderung mendapatkan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat dan pilihan lebih cenderung mengikuti aturan dan mematuhi batasan yang diterapkan di berbagai tempat.

Tunjukkan kepada anak-anak bahwa pendapat mereka penting. Ajarkan mereka mempertimbangkan pendapat secara cermat dan menjelaskan mengapa pada akhirnya mereka membuat keputusan akhir tentang batasan terhadap diri mereka.

Mengajarkan Keberagaman

Bagian penting lain dari menanamkan batasan adalah memastikan anak-anak tahu bahwa setiap orang memiliki perbedaan dengan diri kita. Kita perlu mengajarkan hal ini karena terkadang sulit bagi anak untuk memahami bagaimana perasaan orang lain karena mereka hanya berfokus pada diri sendiri.

Satu hal yang dapat mengajarkan anak menerima perbedaan pada lingkungannya adalah menyediakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak anda untuk bermain dengan anak-anak dari berbagai latar belakang, ras, dan kemampuan fisik yang memiliki minat yang sama.

Mengajarkan Konsekuensi

Pastikan anak anda tahu akan adanya konsekuensi yang akan terjadi jika mereka memilih untuk tidak menghormati batasan yang ada. Saat memilih membuat konsekuensi dari suatu perilaku yang terjadi pada dirinya, biarkan anak anda yang membuat konsekuensi itu. Bimbing anak untuk membuat konsekuensi yang sesuai dengan kenyataan yang berkaitan langsung dengan pelanggaran tersebut.

Selain itu, pastikan konsekuensi yang anak anda buat sesuai dengan usianya dan berkaitan dengan pelanggaran yang dibuat. Ini akan mengajarkan anak cara menetapkan batasan mereka sendiri serta memprediksi kemungkinan hasil dan konsekuensi di kemudian hari.

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300