Perubahan terjadi secara signifikan jika kita melihat masa lalu kita saat beranjak dewasa dengan saat ini. Di masa lalu, anak-anak bermain dengan permainan tradisional seperti congklak atau bermain tanpa alat seperti petak umpet bersama teman. Dalam hal belajar, dahulu kita juga belajar hanya menggunakan papan tulis dengan kapur dan belajar dengan pendekatan cenderung monoton, yakni belajar dari guru dan buku cetak.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, hanya dengan satu gawai seperti HP, anak-anak bisa bermain dan juga belajar. Anak tinggal mengunduh aplikasi permainan dan bermain di HP atau secara daring. Mereka juga bisa belajar secara daring melalui platform seperti teams, google meet, dan bahkan lewat informasi umum yang tersedia di internet lewat YouTube, google, dan situs websites lainnya.

Terbukti bahwa perkembangan teknologi adalah salah satu hal yang membawa dampak yang signifikan. Tidak bisa kita pungkiri, teknologi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak. Survey yang dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa semakin banyak anak-anak yang telah mengakses internet, bahkan memiliki gawai sejak dini.

Di Indonesia, survey yang dilakukan oleh Kemkominfo menunjukkan bahwa bahwa 98% anak-anak dan remaja tahu tentang internet dan 79,5% dari mereka telah menjadi pengguna.  Munculnya gawai seperti laptop, tablet, smartphone yang dilengkapi internet dan media sosial telah mengubah banyak hal. Bagaimana seseorang belajar, bekerja, beraktivitas, bermain, dan berinteraksi dengan orang lain sehari-hari.

Sadar atau tidak, perkembangan ini akhirnya mempengaruhi cara orang tua mendidik anak. Inilah sebabnya kita perlu memahami peran orang tua di era digital agar tetap dapat mendidik anak sesuai dengan perkembangan yang kontekstual. Setuju?

Ada 5 hal yang dapat anda lakukan sebagai orang tua untuk mempelajari pola mendidik anak di era digital, yang kini telah hadir di depan mata dengan segala tantangan dan peluangnya.

  1. Mengikuti Perkembangan Digital

Banyak orang tua tidak terbiasa dengan perkembangan yang menyebabkan kurangnya pemahaman tentang anak dan dunianya saat ini. Studi yang dilakukan oleh Global Studies of Childhood menunjukkan bahwa semakin orang tua paham tentang teknologi, mereka juga semakin mempercayai kehadiran teknologi dan percaya diri dalam mendidik anak.

Sebaliknya, orang tua yang kurang mengikuti perkembangan teknologi cenderung kurang percaya diri, menemukan kesulitan yang lebih besar dalam melindungi anak dalam dunia teknologi, serta mengalami ketakutan atas hilangnya kendali. Alhasil, orang tua seperti ini akan cenderung membatasi dan mengendalikan anak yang seringkali justru membawa dampak negatif dalam perkembangan anak.

Oleh sebab itu, penting bagi anda sebagai orang tua untuk belajar tentang perkembangan digital yang ada. Anda mungkin membutuhkan waktu lebih untuk memahaminya dibandingkan dengan anak-anak memahami perkembangan yang sudah ada.

Pahamilah tentang apa yang sedang terkenal di dunia digital saat ini termasuk aplikasi, game, dan situs web yang sering dikunjungi anak anda. Ini akan mempermudah anda mengetahui jenis konten yang dilihat anak dan paham akan hal ini. Kita bertanggung jawab untuk mempersiapkan masa depan anak, itulah sebabnya kita perlu menjadi orang tua yang melek akan perkembangan digital.

Saat ini banyak sekali sumber ilmu yang dapat kita gali tentang pengasuhan anak di era digital, baik yang berupa buku-buku, seminar, maupun sumber informasi daring. Manfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin dan jangan berhenti untuk terus memperbarui ilmu setiap saat.

  1. Membangun Komunikasi Terbuka

Kita perlu menjalin komunikasi terbuka antara orang tua dengan anak. Hal ini perlu dibangun sejak usia dini sang anak. Ketika anak masih kecil, akan lebih mudah bagi orang tua untuk memonitor aktivitas mereka di internet. Namun, bagaimana ketika mereka telah beranjak remaja?

Anak tentu akan menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah atau berkegiatan bersama teman sebaya dibandingkan dengan bersama orang tua. Oleh sebab itu, berkomunikasi terbuka sejak dini akan membuat orang tua lebih mudah berdiskusi dengan anak tentang beragam tantangan era digital. Kepercayaan juga akan terbangun sehingga anak tidak akan ragu memberitahu orang tua ketika mengalami masalah di internet.

Anda juga perlu mengkomunikasikan apa yang baik dan yang kurang baik untuk dilakukan saat berada dalam dunia digital, terutama saat mereka sedang browsing internet maupun memposting sesuatu di sosial media. Komunikasikan ini menggunakan bahasa yang sederhana namun tetap melakukan interaksi dua arah bersama anak agar tidak terkesan sebagai aturan yang harus dilaksanakan.

  1. Menggunakan Aturan Bimbingan Orang Tua pada Akses Internet Anak

Hal ini sangat sesuai untuk anak yang belum menginjak masa remaja. Ada banyak perangkat, permainan, dan web browser yang dapat dilengkapi dengan fitur kontrol bimbingan orang tua. Anda bisa mengaktifkan fitur ini di perangkat anda dan anak seperti ponsel, tablet, dan komputer/laptop.

Ini akan memudahkan anda sebagai orang tua untuk tetap memantau apa yang anak lakukan menggunakan perangkat mereka untuk mengeksplorasi hal-hal yang sesuai dengan umur mereka.

  1. Mengarahkan Aktivitas Anak Secara Positif di Era Digital

Salah satu tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan anak untuk melakukan aktivitas yang berdampak baik saat sedang memanfaatkan era digital saat ini. Contohnya adalah menggunakan era digital ini untuk mendekatkan diri dengan keluarga. Misalnya anak anda jauh dari rumah, HP dapat digunakan untuk tetap menjaga komunikasi yang baik bersama anggota keluarga.

Hal lain yang dapat kita ajarkan anak adalah bergabung dengan komunitas online sesuai minat dan bakat mereka. Hal ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri dan meningkatkan keterampilan anak terhadap kemampuannya. Banyaknya saluran edukasi online memberi kesempatan bagi semua orang untuk menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja.

Saat ini anak-anak memiliki kesempatan belajar yang sangat luas dengan penggunaan teknologi. Disinilah peran kita sebagai orang tua untuk mengarahkan mereka menggunakannya dengan benar.

  1. Menjadi Contoh yang Benar

 “Children have never been very good at listening to their elders, but they have never failed to imitate them.” – James Baldwin

Semua hal diatas dapat dilakukan ketika anda sendiri juga mencontohkannya. Kebiasaan saat memanfaatkan era digital adalah salah satu kebiasaan yang perlu dibangun dan ditanamkan pada anak secara bijak dan penuh kesadaran. Tujuannya tidak lain agar anak-anak kita mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Saat ini, fenomena yang sering terjadi adalah orang tua sering menggunakan sosial media secara berlebihan namun memberikan batasan kepada anaknya untuk menggunakan sosial media. Tentu saja anak tidak melihat hal ini dengan baik, karena orang tuanya sendiri tidak memberikan contoh yang benar. Siapa lagi yang menjadi pedoman mereka di rumah selain orang tua?

Anak-anak meniru orang tua, jadi penting bagi anda untuk memberi contoh yang baik dalam hal menggunakan perangkat digital. Ketika anda memberikan batasan pada anak dalam memakai HP saat duduk di meja makan, anda juga harus melakukan hal yang sama.

Dengan atau tanpa kita sadari, teknologi digital memang telah menjadi bagian yang penting dari kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, sebagai orang tua kita perlu mengikuti perkembangan teknologi digital. Hal ini diperlukan untuk menjalankan aktivitas pribadi, urusan pekerjaan, manajemen rumah tangga, dan yang paling penting, untuk pendidikan anak-anak kita. Selamat menerapkan digital parenting, para orang tua!

Ada banyak artikel penting dan menarik lainnya seputar dunia parenting yang bisa anda baca di https://www.ibupedia.com/. Yuk belajar bersama, para orang tua!

 

Artikel lain yang berhubungan dengan parenting:

  1. https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/4-langkah-menerapkan-equal-parenting-agar-keluarga-harmonis
  2. https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/mengenal-sisi-negatif-dan-positif-pola-asuh-yes-parenting
  3. https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/6-rekomendasi-buku-parenting-pilihan-orangtua-milenial

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Temukan 4 cara pada artikel ini yang dapat anda lakukan sebagai orang tua untuk memantau anak anda tanpa membuat batasan ekstrim yang dapat membuat hubungan anda dengan anak menjadi kurang baik.
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300