“Family isn’t defined only by last names or by blood; it’s defined by commitment and love” – Dave Willis

Pertengkaran dan perdebatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan pernikahan. Banyak hal yang memicu hal ini. Dari gaya pengasuhan hingga pembagian pekerjaan di rumah, pasangan kemungkinan besar akan bertengkar tentang semua hal besar dan kecil.

Tetapi perkelahian ini dapat berubah menjadi buruk tanpa peringatan, ketika anda sebagai orang tua membiarkan anak anda menyaksikan perkelahian, yang bahkan tergolong perkelahian besar. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik anak.

Bagaimana perkelahian orang tua dapat mempengaruhi perkembangan sang anak? Berikut ini 4 contoh dampak negatif yang muncul.

  • Pemecahan Masalah Buruk

Dampak pertengkaran orang tua di depan anak-anak bisa menjadi bencana. Ketika anak-anak menyaksikan perkelahian yang sering terjadi pada orang tua mereka, hal itu dapat memicu masalah pemecahan masalah yang buruk dalam diri mereka. Anak-anak akan mulai percaya bahwa pertengkaran adalah cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

  • Gangguan Emosional

Pertengkaran orang tua yang sering terjadi di depan anak dapat mengganggu perkembangan emosional anak. Menyaksikan pertengkaran rutin dapat memicu masalah kecemasan dini dan masalah kesehatan mental pada anak-anak. Mereka akan gampang takut dan tidak percaya dengan diri mereka sendiri.

  • Kegagalan dalam Menjalin Hubungan

Anak-anak meniru apa yang mereka lihat dilakukan oleh orang tua mereka. Ketika anda sebagai orang tua terus-menerus bertengkar, kemungkinan besar anak anda akan mempelajari hal yang sama.

Akibatnya, hubungan anak anda dengan orang terdekatnya, termasuk pasangannya kelak dapat terganggu di masa dewasa. Bahkan, hal ekstrimnya adalah dapat membuat anak anda merasa bahwa mereka tidak perlu memulai hubungan karena takut terluka.

  • Masalah Kesehatan

Melihat orang tua mereka bertengkar secara teratur dapat membuat anak mudah merasa cemas dan depresi. Akibatnya, anak-anak mulai mencari pelarian dalam berbagai bentuk misalnya dalam makanan. Mereka mungkin berhenti makan atau makan berlebihan.

Ketika kebiasaan buruk mulai terbentuk karena kecemasan, kesehatan mereka dapat terganggu. Kecemasan juga berdampak pada kualitas tidur di malam hari. Perkelahian antar orang tua dapat menimbulkan masalah perilaku juga seperti fobia pada anak-anak.

Inilah alasan-alasan mengapa anda sebagai orang tua disarankan untuk menghindari pertengkaran yang dapat terlihat secara langsung oleh anak-anak, terlebih di masa kecil mereka. Kalaupun terpaksa anda harus berargumen di depan anak-anak, tetaplah berusaha mengendalikan emosi sehingga pertengkaran terjadi lebih seperti diskusi.

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan jika terpaka anda berargumen di hadapan anak-anak:

  • Melakukan adu argument lebih ke dalam bentuk diskusi dimana anda dan pasangan terlihat saling berdiskusi oleh anak anda.
  • Tetap mengontrol emosi dan menghindari hal-hal negatif seperti meneriaki satu sama lain yang dapat membuat anak merasakan kecemasan dan kegelisahan
  • Tidak melakukan kekerasan secara fisik saat bertengkar atau menyakiti satu sama lain dengan kata-kata yang menyakiti perasaan. Kalaupun ini terjadi di depan sang anak, anda harus langsung meminta maaf kepada pasangan juga kepada anak anda. Ajarkan anak bahwa kehilangan kontrol emosi bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
  • Usahakan untuk selalu menyelesaikan masalah dengan cepat dan mencari solusi dari masalah dengan dewasa di depan anak. Melakukan ini akan memberikan contoh nyata bagi sang anak bagaimana kanda memperlakukan satu dengan yang lain.
  • Setelah berargumen dengan pasangan anda, tunjukkan kepada anak bahwa anda dan pasangan anda tetap saling mengasihi dan menghargai satu sama lain. Jadikan masalah itu sebagai pembelajaran dan cepat move on dari masalah yang sudah mendapatkan solusi.

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300