Terdengar sulit bagi kita untuk mengasuh anak dengan tenang. Selalu ada saja alasan yang membuat anda kesulitan mengontrol diri untuk tetap tenang saat menghadapi tingkah laku anak anda. Mengapa terkeadang kita merasakan kesulitan untuk mengendalikan emosi kita terhadap anak?

Salah satu faktornya adalah karena kita sendiri membiarkan emosi kita mengontrol diri kita sehingga pada akhirnya kita marah dan kehilangan kendali. Ketika kita mengasuh anak secara emosional dan bahkan sampai kehilangan kendali, kita membiarkan anak menentukan bagaimana kita berperilaku kepada mereka bukan sebaliknya.

Saat anak melakukan kesalahan, yang sering terjadi adalah kita sebagai orang tua bereaksi tanpa berpikir. Kita cenderung berpikir untuk segera mengendalikan anak dengan menunjukkan emosi kita, daripada meluangkan waktu untuk berpikir. Cara terbaik untuk mengontrol diri kita adalah dengan memahami apa yang membuat kita marah dan mengenali tanda-tanda saat kita sudah mulai kehilangan kendali. Ini adalah keterampilan penting yang harus dimiliki orang tua.

Mungkin saat ini anda berpikir sulit untuk anda melakukan ini karena anda terbiasa membiarkan emosi anda menguasai pola pengasuhan. Anda tidak perlu khawatir karena keterampilan ini dapat dipelajari semua orang tua. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk melatih diri agar tetap tenang.

Membuat Komitmen

Buatlah komitmen anda sebagai orang tua untuk mengontrol emosi mulai sekarang. Perhatikan apa yang membuat anda cenderung marah kepada anda. Mungkin karena anak anda mengabaikan Anda? Anak tidak mengikuti instruksi dengan baik? Atau hal lainnya?

Mencoba mengontrol emosi tidak sepenuhnya langsung berhasil 100%. Namun anda dapat melatihnya. Hal pertama dapat anda lakukan disini adalah mencoba tetap tenang dan tidak bereaksi sama sekali saat perasaan marah terhadap anak muncul di saat itu juga. Berikan waktu sejenak untuk diri anda menenangkan diri.

Tidak Mencoba Menguasai Diri Anak

Anda dan anak anda merupakan kedua hal yang berbeda. Anak anda pun memiliki kehidupannya sendiri. Jadi akan ada saat dimana anda tidak perlu mengerjakan hal yang perlu anak anda kerjakan secara individu. Disinilah anak akan belajar memiliki tanggung jawab dalam hidup.

Hilangkan pemikiran bahwa anda bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi karena anda akan menghalangi anak untuk berkembang dan memiliki kecenderungan lebih banyak stres dan cemas.

Mempersiapkan Kecemasan yang Sering Muncul

Perhatikan apa yang sering memicu kecemasan anda dan cobalah bersiap untuk menghadapi hal tersebut. Anda bisa memulai dengan bertanya kepada diri: “Bagaimana saya akan menangani ini ketika saya tahu anak saya akan datang berteriak pada saya?”. Persiapkan diri anda sekarang untuk konflik yang anda tahu akan datang.

Bimbinglah diri sendiri melalui pemikiran bagaimana anda ingin melihat diri anda sebagai orang tua, bukan oleh perasaan emosional semata.

Memberikan Kata-Kata Positif Bagi Diri Sendiri

Anda bisa mencoba hal ini, yakni memberikan kata positif bagi diri anda seperti: “Saya tidak akan bereaksi terhadap perilaku anak saya. Saya akan mundur. Saya akan menarik napas dalam-dalam. “. Melalui car aini, anda dikatakan dapat mengontrol suara di kepala anda sehingga menghasilkan ketenangan, bukan kecemasan.

Katakan sesuatu yang positif kepada diri sendiri setiap kali merasakan emosi anda meningkat. Ini bisa apa saja mulai dari “Berhenti” atau “Bernapas” atau “Perlambat” hingga “Apakah itu penting?” atau “Apakah ini penting?” Lakukan eksperimen dan gunakan kata-kata yang membantu Anda tetap memegang kendali.

Cara lain yang dapat anda lakukan selain kata-kata positif bagi diri adalah dengan memikirkan tempat indah yang saya suka yang selalu membuat saya rileks. Memvisualisasikan tempat itu sebelumnya akan meningkatkan kemampuan anda untuk menenangkan diri saat sedang berusaha untuk menenangkan diri.

Memvisualisasikan Hubungan Positif Bersama Anak

Bayangkan hubungan ideal yang ingin anda miliki besama dengan anak anda lima atau sepuluh tahun dari sekarang. Tanyakan pada diri anda, “Apakah cara saya menanggapi anak saya sekarang akan membantu saya memiliki hubungan yang saya inginkan? Apakah tanggapan saya akan membantu saya mencapai tujuan saya?”.

Simpanlah gambaran ideal tentang hubungan anda dan anak anda di masa depan. Jadikan gambar itu sebagai tujuan anda mengasuh anak.

Semakin sedikit kita bereaksi terhadap suatu kesalahan anak akan semakin baik. Semakin kita memikirkan semuanya termasuk melakukan hal-hal diatas, semakin positif hasilnya. Selamat mencoba, dear parents!

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Setiap anak itu berbeda dan unik. Mereka berkembang secara berbeda sehingga membutuhkan jenis dukungan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan diri masing-masing. Pelajari artikel ini lebih lanjut untuk memahami perbedaan setiap anak anda.
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300