Mungkin anda pernah tergoda, atau bahkan sering untuk membantu anak anda mengerjakan PR yang diberikan guru dari sekolah. Anda merasa sebagai orang tua pantas untuk membantu anak anda mengerjakannya.

Nyatanya, orang tua yang terlibat dalam mengerjakan PR anak tidak membantu mereka meningkatkan nilai atau nilai ujian anak. Sebaliknya, bantuan anda dapat merusak prestasi akademis mereka.

Ketika anak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugasnya, anda dapat membimbing dan mengarahkan anak, bukan membantu sepenuhnya, bahkan mengerjakan PR tersebut.

Ada paling tidak 3 alasan utama anda sebagai orang tua tidak boleh terlibat secara penuh dan membantu anak mengerjakan PRnya.

  • Anak kehilangan motivasi untuk belajar

Semakin banyak orang tua terlibat dalam proses mengerjakan PR dengan anak, semakin sedikit keinginan anak untuk belajar. Anak yang orang tuanya duduk di samping mereka dan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan, mengontrol setiap langkah dan bahkan mengerjakannya untuk mereka, memiliki motivasi paling rendah.

Namun, anak sekolah yang orang tuanya tidak “menekan” mereka memiliki keinginan yang lebih besar untuk mempelajari sesuatu yang baru. Sebagai orang tua, berikan contoh yang baik untuk tetap mandiri dalam mengerjakan tugas mereka. Anda dapat membantu jika anak memintanya sendiri. Dalam hal ini, anda harus menjelaskan kepada anak apa yang tidak mereka mengerti tetapi tidak menyelasikan PR itu untuk mereka.

Ketika anak anda sudah bosan dan terlihat tidak termotivasi untuk mengerjakan PR, anda dapat menyeimbangkan emosi mereka. Hal pertama yang anda bisa lakukan adalah menghibur mereka dengan mengakui bahwa terkadang ada saat dimana kita tidak ingin mengerjakan PR yang membosankan atau terlalu menyulitkan.

Setelah berhasil menenangkan emosi mereka, ajarkan anak anda untuk belajar mengatasi situai sulit ini, aitu ketika mereka bosan atau tidak termotivasi untuk menyelesaikan PR. Anda bisa berbagi metode kepada anak untuk memenuhi tugas yang tidak diinginkan. Hal lain yang dapat anda lakukan adalah membuat situasi menyenangkan saat mereka mengerjakan tugas.

  • Anak Tidak Belajar Bertanggung Jawab

Ketika anda mengerjakan PR anak, mengontrol proses dan menghukum mereka karena nilai buruk, anda mengambil tanggung jawab mereka untuk belajar. Dengan kata lain, anda tidak mengajarkan mereka bertanggung jawab. Oleh karena itu, selama anda berusaha mengendalikan PR anak, anak itu tidak akan bertanggung jawab.

Menurut pandangan penulis sebagai seorang guru, penerapan hukuman dan pujian yang tepat dan sesuai merupakan hal yang dapat dilakukan sehingga anak tahu apa yang harus dipilih. Ketika mereka tidak berusaha mengerjakan PR, biarkan mereka mendapatkan konsekuensi.

Kemampuan untuk bertanggung jawab atas tindakan anak sendiri penting, baik mereka memilih mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab atau sebaliknya. Pada akhirnya, rasa tanggung jawablah yang menjadi bekal anak anda bagi masa depannya daripada mereka punya kemampun untuk meminta orang lain mengerjakan tugasnya.

  • Hubungan Anak dan Orang Tua Menjadi Kurang Baik

Mengendalikan PR anak dapat membuat hubungan anda dan anak anda menjadi kurang baik. Banyak psikolog mengatakan penting untuk anda sebagai orang tua untuk membangun hubungan saling percaya dengan anak dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Jika anda tipe orang tua yang perfeksionis, yang menginginkan anak untuk menjadi yang terbaik di kelasnya, tanyakan kepada diri anda mengapa hal itu begitu penting. Anak akan merasa tidak dicintai dalam keluarga ketika nilai buruknya dari PR dapat mengubah cara mereka diperlakukan.

Belajar adalah tugas pribadi masing-masing anak, begitu pun dengan PR mereka. Tugas anda sebagai orang tua adalah mencintai anak anda tanpa syarat. Berikan bantuan yang sesuai saat mereka meminta bantuan, dengan memberikan solusi, bukan menyelesaikan PRnya dan memarahi mereka.

Bagaimana dengan anda? Bagaimana cara anda memotivasi anak jika mereka tidak ingin mengerjakan PRnya? Sudahkah anda menawarkan solusi dan kasih saying yang tepat bagi perkembangan anak anda ke arah yang lebih baik?

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300