Saat ini, media sosial telah mempengaruhi semua orang. Media sosial mengubah cara kita berkomunikasi, mendapatkan informasi, dan berbagi kehidupan satu dengan yang lain. Tanpa sadar, media sosial juga telah mempengaruhi pola asuh kita sebagai orang tua, apalagi jika anda termasuk orang tua yang sering menggunakan media sosial untuk membagi momen keluarga anda.

Sebelum mengunggah foto anak anda yang menggemaskan dan melihat jumlah orang yang menyukai postingan tersebut, mari kita melihat kembali bagaimana media sosial telah mengubah cara kita menjadi orang tua. Selain hanya sekedar mengunggah foto saja, apa yang dapat anda lakukan untuk membuat media sosial menjadi pengalaman yang lebih positif bagi anda, keluarga, dan lingkungan sekitar anda?

Membuat Jeda

Secara tidak sadar, media sosial telah membuat jeda dalam pemikiran kita. Contohnya, saat sedang mengurus anak, anda mengambil foto anak anda dan mengunggah dengan menuliskan tulisan di caption “Naya sudah pintar merapikan mainannya sendiri!”.

Pada saat seharusnya mengasuh anak kita lakukan dan rasakan hanya bersama anak kita, banyak dari kita menjadi tidak fokus dengan momen saat itu dan mengambil jeda sejenak untuk memutuskan apakah ini momen yang layak untuk di posting atau tidak.

Kita dapat mengambil foto untuk setiap momen yang ada, itu merupakan hal wajar bagi orang tua yang ingin mengabadikan momen. Namun, ketika kita memiliki momen yang seharusnya hanya kita luangkan bersama anak untuk meraih ponsel mereka untuk memposting di media sosial, tentu saja ini menghilangkan momen yang ada saat itu.

Membuat Perbandingan

Ketika anda memiliki anak, kecenderungan anda sebagai orang tua adalah memuji perkembangan anak anda dan semua pencapaian luar biasa yang anda lihat. Disinilah anda akan cenderung untuk membagi semua pencapaian yang anak anda dapatkan ke sosial media.

Nyatanya, dengan banyaknya foto dan video yang dibagikan di sosial media, termasuk tentang pola pengasuhan anak, semakin banyak orang tua yang membandingkan keberhasilan pengasuhan mereka sendiri dengan orang lain di media sosial dan kecenderungan merasa kurang percaya diri dengan pola pengasuhan yang sudah diterapkan sebelumnya. Orang tua cenderung mengalami perasaan gagal berdasarkan apa yang mereka lihat walaupun hanya secara online.

Pada akhirnya orang tua menciptakan mentalitas “semua orang melakukan lebih baik daripada saya” sehingga memunculkan stres yang tidak perlu. Padahal, kita seharusnya tahu tidak semua yang dibagikan di media sosial sesuai dengan kenyataannya.

Saat anda melihat media sosial, sebagian besar orang tua hanya membagikan hal yang ingin mereka bagikan. Media sosial seperti lembar memo di mana seseorang membuat keputusan sadar untuk tidak berbagi perjuangan atau hari-hari buruk mereka.

Oleh sebab itu, tanamkan hal ini dalam pemikiran anda sehingga dampak perbandingan tidak merusak pola piker yang positif dalam diri anda sebagai orang tua.

Menciptakan Lingkungan bagi Anak untuk Menginginkan Ketenaran

Pernahkah anak Aada bertanya apakah anda akan memposting foto itu di Facebook? Apakah mereka ingin tahu berapa banyak suka yang mereka dapat untuk kiriman yang anda buat kemarin? Jika hal ini sudah terjadi, anak anda telah menjadi korban penggunaan media sosial anda yang berlebihan.

Sebagai orang tua, ketika kita memposting foto anak di media sosial dan secara aktif melacak popularitas posting tersebut, kita berisiko menciptakan anak yang juga menginginkan popularitas. Saat mereka mengamati perilaku kita, anak juga belajar mengukur popularitas mereka berdasarkan berapa banyak orang yang mengklik tombol “suka” itu.

Sebenarnya, media sosial tidak selalu buruk. Ada banyak pengaruh baik yang ditawarkan oleh sosial media, seperti mendekatkan orang-orang yang kita sayangi yang tinggal jauh dari kita, belajar banyak informasi tentang parenting dari postingan menarik tentang pola asuh, bisa terhubung dengan banyak teman dan rekan kerja, mendapatkan sumber-sumber bermanfaat tentang berbagai aspek, dan masih banyak lagi.

Namun, kita sebagai orang tua harus pandai mengatur penggunaan sosial media bagi diri kita. Hal ini akan memberikan dampak yang baik bagi anak anda dimana anda sendiri dapat menjadi contoh pengguna media sosial yang bijak.

Lebih selektif dalam berteman dan mengikuti seseorang di sosial media. Belajar selektif untuk menyembunyikan atau berhenti mengikuti orang-orang yang membuat anda merasa bersalah atau buruk tentang keputusan anda sebagai orang tua.

Pertimbangkan dampak jangka panjang dari gambar dan komentar anda tentang anak anda. Jika anak anda sudah cukup paham dengan postngan di media sosial, anda harus meminta persetujuan anak sebelum memposting tentang mereka di media sosial, sehingga mereka memiliki suara di jejak digital mereka sendiri walaupun itu dalam akun anda sebagai orang tua.

Jujur terhadap setiap postingan anda. Sebelum membuat postingan di media sosial yang berhubungan dengan anak atau keluarga anda, tanyakan pada diri: Mengapa saya harus membagian ini? Apakah anda benar-benar bangga dan ingin membagikannya dengan teman dan orang yang anda cintai? Apakah anda hanya ingin bersaing dengan orang tua lain? Apakah anda hanya ingin mendapatkan banyak pujian?

Jangan bersaing atau membandingkan. Mungkin ini akan sulit untuk dilakukan, tetapi cobalah yang terbaik untuk bersyukur menjalani kehidupan yang tidak selalu sempurna tidak seperti yang digambarkan oleh orang lain di media sosial yang selalu indah. Ingatkan diri sendiri bahwa banyak orang hanya memperlihatkan hal baik di media sosial.

Memberikan batasan penggunaan media sosial. Dengan mematikan gadget di meja makan, beberapa jam sebelum tidur, atau saat sedang memiliki waktu bersama keluarga, anda dapat memberikan contoh yang baik untuk anak dan mendapatkan kembali waktu berkualitas untuk terhubung dengan keluarga anda tanpa gangguan gadget.

November 14, 2020

Check out other Versions of this Article!
Check out other Versions of this Article!
Welcome to friscaonora.com
Enter your email to sign in or sign up.
or
By clicking a ‘Continue with’ button above, I accept the Terms of Use and I acknowledge that I have read and understand the Privacy Policy.
Forget Your Password?

Most Popular

Newest

Alphabetical

Price (high-low)

Single Use

Apparel

Drinkware

Accessories

Single-Use Alternatives
Phone Case #DearParents
20
5/5
Rp54.500
Rp38.150
Stasher Reusable #DearParents
240
3.7/5
Rp14.500
Rp13.050
Reusable Shopping Bag #DearParents
120
3.5/5
Rp12.000
FinalStraw Collapsible Travel Straw 2.0 #DearParents
52
3.5/5
Rp84.000
Rp42.000
Apparel
Blue T-shirt #DearParents
2
2.5/5
Rp100.000
Rp75.000
Grey T-shirt #DearParents
5
5/5
Rp100.000
Classic Trucker Hat - Large #DearParents
2
1/5
Rp200.000
Rp50.000
Face Mask 2 Pack #DearParents
264
4.5/5
Rp14.000
Rp13.300